Peserta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kepri 2026 di Balairung Sari BP Batam, Sabtu (19/9/2026). Sebanyak 36 wartawan mengikuti ujian, dengan 32 peserta dinyatakan kompeten
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Sebanyak 32 wartawan dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kepulauan Riau 2026.
UKW berlangsung selama dua hari. Kegiatan digelar pada 18–19 September 2026 di Balairung Sari kantor BP Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sebanyak 36 wartawan mengikuti ujian tersebut. Mereka terbagi dalam tiga jenjang kompetensi.
Rinciannya, 15 peserta mengikuti jenjang Muda. Sebanyak 14 peserta mengikuti jenjang Madya. Tujuh peserta mengikuti jenjang Utama.
Dari jenjang Muda, 13 wartawan dinyatakan kompeten. Jenjang Madya meloloskan 13 wartawan. Sementara jenjang Utama menghasilkan enam wartawan kompeten.
Empat peserta lainnya belum dinyatakan kompeten. Mereka mendapat kesempatan mengikuti UKW kembali setelah enam bulan.
Ketua Panitia UKW PWI Kepri, Hery Sembiring, mengatakan hasil tersebut berdasarkan pelaksanaan ujian selama dua hari.
Direktur UKW PWI, Aat Surya Safaat, mengatakan 32 peserta telah memenuhi standar kompetensi yang diuji.
“Jadi total dari 36 yang ikut, itu 32 yang kompeten. Tapi bukan karena tidak lulus, akan tetapi tidak kompeten. Enam bulan ke depan itu bisa ikut lagi,” kata Aat saat penutupan UKW PWI Kepri, Sabtu (19/9/2026).
Aat mengatakan UKW bukan menjadi akhir proses belajar wartawan. Wartawan yang sudah kompeten tetap harus meningkatkan kemampuan.
“Yang sudah kompeten jangan merasa menang, karena belajar itu tidak ada tamatnya. Prinsipnya kita harus terus belajar,” ujar Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025–2030, Atal S. Depari.
Atal juga menyoroti jumlah peserta yang dinyatakan kompeten. Dari 36 peserta, hanya empat yang belum kompeten.
“Saya senang karena yang belum kompeten sedikit sekali. Biasanya bisa separuh, bisa seperempat, banyak yang tidak lulus. Jarang sekali persentasenya sekecil ini,” katanya.
Atal kemudian menyampaikan pesan dengan nada berseloroh. Ia meminta peserta tidak melupakan doa sebelum mengikuti ujian.
“Mungkin kurang berdoa. Bukan kemampuan jurnalismenya yang kurang, karena tidak berdoa. Jadi mohon lain kali kalau mengikuti uji kompetensi harus disematkan dengan doa,” ujarnya.
Aat menambahkan, jumlah wartawan yang telah dinyatakan kompeten melalui UKW PWI di seluruh Indonesia kini mencapai 21.023 orang.
Sementara itu, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan UKW PWI Kepri 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Ia menyampaikannya saat penutupan UKW di Balairung Sari BP Batam, Sabtu (19/9/2026).
Ariastuty hadir mewakili Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Menurut Ariastuty, UKW tidak hanya menguji kemampuan wartawan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman.
“Dua hari pelaksanaan kegiatan ini bukan sekadar agenda pengujian. Di dalamnya ada proses belajar, bertukar pengalaman, sekaligus menguji dan memperkuat profesionalisme insan pers. Kami mengucapkan selamat kepada 32 peserta yang dinyatakan kompeten,” ujar Ariastuty.
Ia juga menempatkan pers sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, hubungan pemerintah dengan media membutuhkan komunikasi yang terbuka.
“Kami menganggap teman-teman pers ini merupakan mitra strategis, terutama bagi kami di pemerintahan. Hubungan media dengan pemerintah itu spesial, di atas hubungan kerja sama biasa. Kuncinya adalah komunikasi yang baik,” tegasnya.
Ariastuty mengatakan BP Batam tetap membuka ruang komunikasi dengan insan pers. Ia menilai wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Teman-teman media di Batam ini sosok yang unik dan sangat kreatif. Oleh karena itu, BP Batam selalu membuka ruang komunikasi 24 jam. Kebutuhan terhadap pers tidak hanya untuk media lokal, tapi juga media nasional dan internasional,” katanya.

