Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam yang sekaligus Wakil Kepala BP Batam
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan penanganan banjir di 167 titik prioritas pada 2026 dan 2027.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta penanganan banjir tidak berhenti pada perencanaan.
Ia menegaskan setiap pekerjaan harus menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” ujar Amsakar, Kamis (1/10/2026).
Sejumlah proyek di titik rawan banjir kini sudah berjalan. Empat pekerjaan dilaporkan mencapai progres sekitar 60 persen.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan itu rampung pada akhir 2026.
Empat lokasi tersebut meliputi normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall, drainase Sei Beduk, dan drainase Jalan R. Suprapto di kawasan Sawang Permai.
Kemudian Batu Aji, serta drainase kawasan Makam Pahlawan–RS Graha Hermine, Batu Aji.
Kawasan yang sebelumnya rawan luapan tidak mengalami genangan seperti yang dikhawatirkan saat hujan deras pada 22 September 2026.
Hujan berintensitas tinggi berlangsung sekitar dua jam saat itu.
“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” ujar Amsakar.
Persoalan juga masih membayangi kawasan Bengkong Indah Swadebi. BP Batam dan Pemko Batam menyiapkan tiga pekerjaan utama untuk kawasan tersebut.
Rencana itu meliputi pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, pembangunan dua segmen kanal banjir, dan rumah pompa Bengkong di bagian hilir.
Ketiga pekerjaan tersebut masuk dalam rencana Tahun Anggaran 2027. Amsakar meminta perangkat Pemko Batam dan BP Batam menyiapkan pekerjaan itu secara matang.
“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh,” katanya.
Ia berharap kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa dapat mengurangi persoalan genangan di Bengkong.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pemetaan titik rawan banjir akan terus dilakukan.
Setiap lokasi akan mendapat penanganan sesuai kondisi dan tingkat kerentanannya.
“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti,” ujar Li Claudia Chandra
Li Claudia menekankan pentingnya evaluasi terhadap setiap pekerjaan. Menurutnya, hasil evaluasi menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Pemerintah juga meminta perangkat wilayah aktif melaporkan titik banjir yang dinilai krusial. Laporan tersebut diperlukan untuk menentukan tingkat prioritas penanganan.
Di sisi lain, masyarakat diminta ikut menjaga saluran drainase. Warga diimbau tidak membuang sampah ke saluran air.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan saluran tersumbat dan kondisi lain yang berpotensi memicu genangan.
“Dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” ucap Li Claudia.

