Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya saat melakukan kunjungan spesifik pengawasan ke Kantor Imigrasi Kelas Batam. Kunjungan tersebut untuk melihat dampak efisiensi terhadap kualitas pelayanan keimigrasian, Kamis (6/2/2025)
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mencatat 563.197 perlintasan orang melalui sembilan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) selama Agustus 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 283.845 kedatangan dan 279.352 keberangkatan. Dari total kedatangan, sebanyak 107.539 merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 176.306 Warga Negara Asing (WNA).
Sementara itu, pada arus keberangkatan tercatat 105.509 WNI dan 173.843 WNA. Ferry Terminal Batam Centre menjadi TPI dengan jumlah perlintasan tertinggi, yakni 309.980 orang.
Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Citra Tri Tunas dengan 151.415 perlintasan dan Pelabuhan Sekupang sebanyak 35.291 perlintasan.
Perlintasan lainnya tercatat di Pelabuhan Bengkong, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Nongsa Batam, Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Kabil, dan Pelabuhan Teluk Senimba Marina.
Selain perlintasan, Imigrasi Batam menerbitkan 3.953 paspor Republik Indonesia selama Agustus 2026. Seluruh paspor yang diterbitkan merupakan paspor elektronik 48 halaman.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.626 paspor merupakan permohonan baru. Sementara 2.327 lainnya merupakan paspor penggantian.
Pelayanan keimigrasian bagi WNA juga mencatat aktivitas tinggi. Imigrasi Batam mencatat 39.267 penerbitan layanan yang mencakup Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa on Arrival (VoA), Izin Tinggal Kunjungan (ITK), ITK Peralihan, Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dan ITK Terbatas (ITKT).
Selain itu, Imigrasi Batam melayani 670 perpanjangan izin tinggal bagi warga negara asing selama periode yang sama.
Dalam fungsi pengawasan, Imigrasi Batam juga mencatat 955 penundaan keberangkatan di sejumlah titik keberangkatan. Penundaan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan keimigrasian untuk memastikan setiap keberangkatan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan paspor terus menjadi perhatian. Pelayanan dilakukan melalui layanan reguler dan sejumlah inovasi untuk memudahkan masyarakat.
“Kami terus berupaya agar kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan dapat dilayani secara profesional, mudah, dan transparan. Prinsipnya, kemudahan pelayanan harus tetap berjalan bersama dengan kepastian prosedur dan kualitas pemeriksaan,” ujar Wahyu Eka Putra.
Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan besarnya aktivitas keimigrasian di Batam. Sebagai kawasan perbatasan sekaligus pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi, Batam membutuhkan pelayanan yang cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Imigrasi Batam berkomitmen meningkatkan pelayanan dan pengawasan melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan pelayanan keimigrasian yang cepat, mudah, dan aman. Langkah ini juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi serta konektivitas internasional di Batam.

