Ketua PWI Kepri H. Saibansah Dardani menjelaskan alasan Gubernur Kepri Ansar Ahmad tak diundang dalam pelantikan PWI Kepri di hadapan sejumlah pemimpin redaksi media, Selasa (23/9/2026)
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad tak diundang dalam pelantikan ulang Pengurus PWI Kepri periode 2023–2028.
Bukan karena lupa. Bukan pula karena persoalan protokoler. Ketua PWI Kepri H. Saibansah Dardani mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.
PWI Kepri, kata Saibansah, sudah tiga kali mengirim surat untuk bersilaturahmi dan melakukan audiensi. Namun, surat tersebut tidak mendapat respons.
“Ya, kami pesimis Gubernur bisa hadir dalam gelaran ini. Sebelumnya kita sudah tiga kali bersurat resmi untuk bersilaturahmi dan audiensi, hanya saja tidak mendapat respons. Jadi kami tidak yakin beliau bisa hadir juga,” kata Saibansah.
Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) PWI Kepri di Graha PWI Kepri, Ruko Purimas B6, Batam, Selasa (22/9/2026).
Sejumlah Pemred mempertanyakan alasan panitia tidak mengundang Gubernur Kepri.
Pembahasan kemudian berkembang. Para Pemred bersertifikat UKW Utama menyoroti komunikasi antara Pemprov Kepri dan insan pers.
Pelantikan ulang PWI Kepri berlangsung di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Kamis (17/9/2026). Sejumlah unsur Forkopimda Kepri hadir dalam agenda tersebut.
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan hadir. Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo juga hadir mewakili Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin.
Kehadiran unsur Forkopimda itu ikut menjadi perhatian dalam forum. Di satu sisi, sejumlah pejabat daerah hadir dalam agenda organisasi pers tersebut.
Di sisi lain, PWI Kepri menyebut tiga surat audiensi kepada Gubernur tidak mendapat respons.
Ketua SMSI Kepri Rinaldi Samjaya turut angkat bicara. Ia menilai persoalan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri.
“Memang kalau kita cermati selama ini, Gubernur Kepri agaknya memang kurang perhatian terhadap pers,” ujar Rinaldi.
Pernyataan Rinaldi menambah panas pembahasan Forum Pemred. Persoalan yang dibahas bukan lagi sekadar kursi kosong dalam sebuah acara.
Forum Pemred menyoroti hubungan komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers. Meski persoalan komunikasi mencuat, agenda PWI Kepri tetap berjalan.
Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) berlangsung pada 18–19 September 2026 di ruang Balairung Sari gedung BP Batam.
PWI Kepri juga menyatakan tetap menjalankan fungsi jurnalistiknya. Organisasi tersebut akan terus mengawal pembangunan daerah melalui kerja pers.
Kini, persoalan komunikasi tersebut menjadi perhatian antara Pemprov Kepri dan insan pers. PWI Kepri telah menyampaikan bahwa tiga surat audiensi sebelumnya tidak mendapat respons.
Perkembangan komunikasi kedua pihak selanjutnya akan menjadi perhatian publik.
Pemprov Kepri menegaskan ketidakhadiran Gubernur Ansar Ahmad dalam pelantikan PWI Kepri bukan bentuk ketidakpedulian terhadap insan pers.
Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi menyebut hubungan Pemprov Kepri dengan pers selama ini berjalan baik.
“Setiap kegiatan gubernur selalu diliput oleh kawan-kawan media yang menjalankan kegiatan jurnalistik,” kata Hendri di Tanjungpinang, Rabu (23/9/2026).
Hendri mengatakan Gubernur Ansar memandang pers sebagai mitra strategis pemerintah. “Gubernur juga tetap senang dan ‘humble’ melayani sejumlah media yang mewawancarainya,” ujarnya.
Soal surat audiensi PWI Kepri yang belum terjawab, Hendri mengakuinya dan berjanji mengecek persoalan tersebut.
“Kami akan mengecek kembali surat-surat tersebut di Biro Umum dan Diskominfo serta memastikan komunikasi dan silaturahmi dengan PWI Kepri dapat tetap terjaga,” katanya.

