Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir (empat dari kiri) usai meresmikan Graha PWI Kepri, Kamis (17/9/2026) siang
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri kini memiliki kantor perwakilan di Kota Batam.
Graha PWI Kepri Perwakilan Kota Batam resmi dibuka Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Kamis (17/9/2026).
Kantor ini berada di Ruko Purimas Blok B, Jalan Raja Isa Nomor 6, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.
Munir meresmikan kantor dengan menggunting pita. Ia berharap Graha PWI Kepri di Batam dapat menjadi tempat yang memberi manfaat bagi organisasi dan anggotanya.
“Semoga kantor PWI Kepri di Kota Batam yang hari ini diresmikan berkah dan menjadikan kantor kebaikan untuk PWI Kepri dan anggota PWI se-Kepri,” ujar Munir.
Munir kemudian mengucapkan “Bismillah” sebelum menggunting pita. Prosesi itu menandai dimulainya penggunaan kantor tersebut.
Graha PWI Kepri Perwakilan Kota Batam menempati bangunan dua lantai. Kantor ini akan menjadi salah satu pusat kegiatan organisasi PWI di Batam.
Peresmian berlangsung dalam suasana adat Melayu. Prosesi Tepuk Tepung Tawar digelar sebagai bagian dari acara.
Tepuk Tepung Tawar dipimpin Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Raja Muhammad Amin.
Peresmian Graha PWI menjadi salah satu rangkaian agenda Akhmad Munir selama berada di Batam.
Sebelum membuka Graha PWI Kepri, Munir terlebih dahulu melantik Pengurus PWI Kepri untuk sisa masa bakti 2023–2028.
Pelantikan berlangsung di Harmoni One Convention Hotel & Service Apartments, Batam Center, Batam, Kamis (17/9/2026) pagi.
Setelah pelantikan selesai, rombongan melanjutkan kegiatan ke Graha PWI Kepri Perwakilan Kota Batam.
Dalam sambutannya saat pelantikan, Munir menjelaskan latar belakang pengukuhan ulang kepengurusan PWI Kepri.
Ia mengatakan PWI sebelumnya menghadapi dualisme kepengurusan di tingkat pusat. Kondisi itu juga terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kepri.
Menurut Munir, penyatuan organisasi dilakukan melalui Kongres Persatuan pada Agustus 2025.
Beberapa daerah yang sempat mengalami persoalan serupa antara lain Jawa Barat, Banten, Kepri, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Riau.
Munir mengatakan proses penyatuan organisasi kini telah selesai.
“Pada bulan Maret kemarin sudah selesai semua, tidak ada lagi dualisme. Cak Iban melakukan PAW. Agar penyatuannya jadi kuat dan PWI Kepri solid, maka kami lakukan pelantikan pada hari ini,” ujar Munir.
Ia meminta seluruh anggota menjaga soliditas organisasi. “Tolong dijaga dan dirangkul,” katanya.
Munir juga mengingatkan sejarah panjang PWI. Menurutnya, PWI lahir pada 9 Februari 1946.
Organisasi tersebut dibentuk oleh wartawan yang ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, Munir menilai semangat perjuangan harus tetap menjadi bagian dari perjalanan PWI.
“Menjadi relevan apa yang disampaikan oleh Pak Iman Setiawan tadi, bahwa keberadaan PWI ini memiliki DNA pejuang,” tegasnya.

