Dewi Kumalasari Ansar menikmati hidangan khas Melayu saat jamuan makan malam bersama IKWI Provinsi Kepri di restoran Rempah Senandung, Sabtu (17/10/2026)
TANJUNGPINANG, KEPRI24JAM.COM – Sisa hujan masih menyisakan embun di dedaunan Pulau Penyengat, Sabtu (17/10/2026) malam.
Angin laut berembus pelan. Aroma rempah menguar dari dapur Restoran Rempah Senandung.
Malam itu terasa hangat. Bukan hanya karena hidangan yang tersaji, tetapi juga karena kebersamaan yang terjalin.
PWI Kepri dan IKWI Kepri menggelar jamuan makan malam usai rangkaian Ekspedisi dan Eksplorasi Pulau Penyengat. Para peserta duduk mengelilingi meja panjang.
Mereka berbagi cerita. Mereka menikmati suasana pulau yang menjadi salah satu pusat sejarah Melayu.
Di tengah keakraban itu hadir Dewi Kumalasari Ansar. Istri Gubernur Kepulauan Riau itu datang bersama Gubernur Ansar Ahmad dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepri.
Kehadirannya membuat suasana semakin cair. Senyum dan sapanya mengundang percakapan hangat di setiap sudut meja.
Dewi tampil sederhana. Ia mengenakan busana bernuansa cokelat. Penampilannya terlihat anggun. Namun, tetap membumi.
Ia menyapa satu per satu tamu yang hadir. Ia ikut larut dalam suasana kekeluargaan.
Di atas meja tersaji berbagai hidangan khas pesisir. Ada ikan asam pedas. Ada mi goreng. Ada ayam goreng. Ada gonggong. Namun, perhatian Dewi justru tertuju pada semangkuk laksa.
Ia mengambil semangkuk laksa. Ia menikmati kuahnya lebih dahulu. Wajahnya tampak puas setelah menyeruput kuah rempah yang hangat.
“Makan laksa enaknya kalau kuahnya banyak,” ujarnya sambil tersenyum.
Kalimat sederhana itu langsung memancing tawa. Percakapan pun mengalir ringan. Malam terasa semakin akrab.
Semangkuk laksa seolah menjadi penghubung kebersamaan di antara para tamu. Di sela santap malam, pembicaraan bergeser kepada IKWI Kepri.
Dewi memandang para pengurus yang hadir. Ketua IKWI Kepri, Imah Sahlan, ikut menyimak dengan penuh perhatian.
Dewi kemudian menyampaikan satu pesan singkat. Pesan itu sederhana. Namun, maknanya begitu dalam.
“Selalu jaga kekompakan,” katanya.
Baginya, kekompakan merupakan kekuatan utama sebuah organisasi. Kebersamaan akan memudahkan setiap langkah. Persatuan akan membuat tujuan lebih mudah dicapai.
Nasihat itu disampaikan tanpa nada menggurui. Ucapannya terdengar seperti pesan seorang ibu kepada keluarganya sendiri.
Malam terus berjalan. Kehangatan tidak berhenti di meja makan. Alunan musik mulai terdengar. Beberapa pejabat ikut bernyanyi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni dan Kepala Dinas Kesehatan Kepri Yosie Suasanti bergantian menghibur tamu yang hadir.
Ketika ditanya lagu favoritnya, Dewi justru meminta lagu yang ceria.
Ia ingin malam itu tetap dipenuhi kegembiraan. Ia ingin semua orang pulang membawa senyum.
Jamuan makan malam akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Kamera mengabadikan kebersamaan Dewi Kumalasari Ansar, anggota IKWI, pengurus PWI Kepri, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kepri.
Di Pulau Penyengat, malam itu bukan sekadar perjamuan makan malam. Bukan pula hanya tentang semangkuk laksa yang hangat.
Malam itu menjadi pengingat bahwa kebersamaan selalu dimulai dari hal-hal sederhana. Dari satu meja makan. Dari satu senyuman. Dari satu pesan yang tulus.
“Selalu jaga kekompakan.”
Kalimat singkat itu kemudian pulang bersama setiap orang yang hadir, meninggalkan jejak hangat di pulau yang sejak dahulu menjadi rumah bagi sejarah dan peradaban Melayu. (Nosy Syarfita/IKWI Kepri)

