Ketua Umum LAM Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia Raja Haji Muhammad Amin Ibni Raja Haji Muhammad
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Ketua Umum LAM Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia Raja Haji Muhammad Amin, mengajak masyarakat tetap bersatu di tengah berbagai persoalan yang melanda Batam.
Seruan itu disampaikan menyusul sejumlah persoalan yang belakangan dirasakan masyarakat.
Mulai dari pemadaman listrik berskala luas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan distribusi air bersih di sejumlah kawasan.
Menurut Raja Muhammad Amin, situasi tersebut memang menimbulkan keresahan.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam emosi, saling menyalahkan, dan memperkeruh keadaan.
“Batam adalah rumah kita bersama. Apa pun ujian yang datang, jangan sampai memutus persaudaraan yang selama ini kita jaga. Mari kita hadapi semuanya dengan kepala dingin dan hati yang lapang,” ujar Raja Haji Muhammad Amin, Selasa (20/10/2026).
Ia menegaskan setiap persoalan membutuhkan penyelesaian yang bertanggung jawab.
Karena itu, masyarakat diminta memberi ruang kepada pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian untuk bekerja menyelesaikan persoalan.
Raja Muhammad Amin menilai kritik merupakan hak masyarakat. Namun, kritik harus disampaikan secara santun, objektif, dan tetap mengedepankan kepentingan bersama.
“Jangan sampai keadaan yang sulit membuat kita kehilangan akal sehat. Sampaikan aspirasi dengan baik. Mari kita bersama-sama mencari jalan keluar,” ajaknya.
Ia mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi. Menurutnya, setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga situasi Batam tetap aman dan kondusif.
“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dukung setiap ikhtiar yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pintanya.
Sebagai pemangku adat Melayu, Raja Muhammad Amin mengatakan budaya musyawarah harus terus dijaga. Perbedaan pandangan tidak boleh berubah menjadi permusuhan.
Ia menegaskan falsafah Melayu mengajarkan kebersamaan, saling menghormati, dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.
“Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki dengan cara yang baik. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan melalui musyawarah dan kebijaksanaan,” jelasnya.
Raja Muhammad Amin juga mengingatkan bahwa Batam dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan daerah. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang harus dipelihara.
Menurutnya, kemajuan Batam tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, investasi, maupun industri.
Kerukunan masyarakat juga menjadi modal utama bagi keberlangsungan pembangunan.
Ia mengajak pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi menjaga ketenteraman daerah.
“Mungkin kita berasal dari daerah yang berbeda dan membawa budaya yang berbeda. Namun ketika tinggal di Batam, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri ini,” katanya.
Raja Muhammad Amin juga menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai luhur adat Melayu dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, adat bukan hanya simbol atau gelar kehormatan, tetapi pedoman moral dalam bersikap.
Ia mengingatkan falsafah adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah harus menjadi pijakan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Nilai tersebut, katanya, mengajarkan kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap seluruh pemegang amanah menjalankan tugas secara sungguh-sungguh.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta menjaga ketertiban, saling membantu, dan menyampaikan aspirasi secara bermartabat.
Menurut Raja Muhammad Amin, kesabaran bukan berarti menyerah. Kesabaran harus dibarengi ikhtiar dan tanggung jawab agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan yang sedang melanda Batam.
Ia berharap kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi setiap ujian.
“Semoga Allah senantiasa melindungi Batam, memberikan kekuatan kepada para pemimpin, memudahkan setiap ikhtiar yang baik, serta melimpahkan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

