Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno (kiri) menerima cendera mata dari delegasi Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM) dalam kunjungan kerja untuk memperkuat kerja sama navigasi penerbangan Indonesia–Malaysia di Tangerang, Jumat (23/10/2026)
TANGERANG, KEPRI24JAM.COM – AirNav Indonesia dan otoritas penerbangan Malaysia memperkuat kerja sama navigasi udara lintas negara.
Kedua pihak menargetkan penerapan penuh sistem pertukaran data penerbangan pada Februari 2027.
Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan ke-13 Air Navigation Services Consultative Committee (ACC/13) Indonesia–Malaysia di Bandung, 21–22 Oktober 2026.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan koordinasi kedua negara penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas udara di wilayah perbatasan.
“Pembahasan bersama ini untuk memastikan proses koordinasi berjalan baik dan mendukung kesinambungan pelayanan penerbangan,” ujar Avirianto saat menerima delegasi Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM) di kantor pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Jumat (23/10/2026).
Salah satu agenda utama membahas uji teknis sistem Air Traffic Services Interfacility Data Communication (AIDC).
Sistem ini memungkinkan pusat pengendalian lalu lintas udara bertukar data penerbangan secara langsung.
Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, menyebut pengujian sistem AIDC menghubungkan pusat pengendalian di Ujung Pandang dan Kota Kinabalu.
“Uji teknis mencatat keberhasilan pengiriman pesan sebesar 100 persen dari Ujung Pandang ke Kota Kinabalu dan 97 persen pada arah sebaliknya,” ujar Setio.
AirNav Indonesia dan CAAM akan menggunakan hasil pengujian tersebut untuk menyempurnakan parameter teknis dan menyiapkan uji operasional.
Kedua pihak menargetkan implementasi penuh pada Februari 2027, sesuai kesepakatan bersama. Kedua negara juga menyepakati usulan penataan ruang udara Balikpapan–Tarakan.
Mereka menargetkan penerapan pengaturan tersebut pada 21 Januari 2027. Forum ACC/13 turut membahas perubahan rute penerbangan A576 dan N563.
Kedua pihak akan mengajukan perubahan tersebut kepada International Civil Aviation Organization (ICAO).
AirNav Indonesia dan CAAM juga membahas pengembangan rute langsung. Rencana itu masih membutuhkan kajian teknis dan persetujuan lebih lanjut.
Kedua pihak membahas peningkatan prosedur koordinasi di wilayah perbatasan, termasuk jalur pelayanan Tarakan–Tawau.
Mereka juga menyelaraskan publikasi informasi penerbangan untuk mengurangi risiko kesalahan koordinasi.
Pada aspek keselamatan, Indonesia dan Malaysia sepakat menunjuk penghubung keselamatan di setiap wilayah informasi penerbangan.
Kedua negara juga akan mencocokkan data insiden di wilayah perbatasan untuk menentukan langkah perbaikan.
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo Utomo, mengatakan kedua pihak juga menyiapkan kerangka kontingensi pelayanan lalu lintas udara.
Kerangka tersebut mengatur kesinambungan pelayanan saat terjadi gangguan, termasuk keadaan kahar. Kedua negara merencanakan latihan bersama berbasis skenario pada 2027.
“Tindak lanjut pertemuan ini harus menjawab kebutuhan operasional. AirNav akan terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk menyiapkan penerapan hasil pembahasan sesuai persyaratan teknis dan keselamatan,” kata Nurcahyo.
AirNav Indonesia dan CAAM juga sepakat melanjutkan program pertukaran personel operasional.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap prosedur dan praktik pelayanan navigasi penerbangan kedua negara.
Melalui kerja sama tersebut, kedua negara berupaya memperkuat keselamatan dan kelancaran penerbangan lintas wilayah Indonesia–Malaysia.
Sebagaimana yang kita ketahui, AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia merupakan badan usaha milik negara yang berdiri pada 13 September 2012.
Pendirian lembaga ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2012.
AirNav Indonesia bertugas menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan untuk mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas udara.
Perusahaan ini mengelola dua Flight Information Region (FIR), yaitu Jakarta dan Makassar.

