Ilustrasi pemberian vaksin untuk mencegah infeksi influenza pada anak
JAKARTA, KEPRI24JAM.COM – Influenza A mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kementerian Kesehatan mencatat virus influenza A H3N2 subklad K telah terdeteksi di 13 provinsi.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta orangtua meningkatkan kewaspadaan. Anak, terutama bayi dan balita, berisiko mengalami kondisi lebih berat saat terinfeksi influenza.
Data IDAI menunjukkan sekitar 5 persen anak yang terkena influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, 80 persen merupakan anak berusia di bawah 2 tahun. Bahkan, sekitar 50 persen berusia kurang dari 6 bulan.
Angka itu menunjukkan kelompok bayi menjadi perhatian utama ketika kasus influenza meningkat. Influenza tidak selalu berakhir sebagai penyakit ringan.
Pada anak dengan faktor risiko, infeksi dapat memicu pneumonia, memperburuk asma, menyebabkan miokarditis, hingga ensefalopati.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, SpA, Subsp. H.Onk(K), menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan sistem kekebalan anak yang masih berkembang.
“Sistem imun anak masih naif, sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus,” kata Hikari, Selasa (22/9/2026) dikutip dari Liputan6.
Orangtua perlu segera memeriksakan anak jika muncul gejala influenza. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K), mengatakan pemeriksaan laboratorium dapat membantu memastikan infeksi influenza.
“Diagnosis laboratoris sangat penting, terutama dengan RT-PCR yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi serta mampu mengidentifikasi subtipe virus,” kata Anggraini.
Deteksi lebih awal juga membantu dokter menentukan kebutuhan terapi. Anak yang positif influenza dapat memperoleh obat antivirus. Salah satunya oseltamivir.
Terapi tersebut dapat memberikan hasil lebih efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul. Namun, orangtua tidak boleh membeli dan memberikan antivirus sendiri.
“Pemberian antivirus harus berdasarkan evaluasi dokter. Jangan memberikan obat tanpa resep dokter,” ujar Hikari.
Virus influenza dapat menyebar sebelum anak menunjukkan gejala.
“Anak dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya,” kata Anggraini.
Anak yang sakit sebaiknya tetap berada di rumah. Orangtua juga perlu menghindari membawa anak ke sekolah dan tempat bermain sampai kondisinya pulih.
Pencegahan dapat dilakukan dengan membiasakan anak mencuci tangan dan menerapkan etika batuk.
Anak juga perlu cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan influenza.

