NATUNA, KEPRI24JAM.COM – Pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau memasuki fase baru.
Setelah 24 tahun berstatus sekolah tinggi, STAI Natuna kini resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna.
Perubahan kelembagaan ini tidak berhenti pada pergantian nama.
IAI Natuna menyiapkan penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi dan pembelajaran digital sebagai fondasi pengembangan kampus dalam lima tahun ke depan.
Target yang lebih jauh juga sudah disiapkan. Rektor IAI Natuna Dr. H. Umar, S.Ag., M.Pd.I., berharap lembaga tersebut dapat terus berkembang hingga menjadi Universitas Islam Natuna.
“Institut Agama Islam Natuna merupakan transformasi keberlanjutan pendidikan Islam di Natuna,” ujar Umar, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Umar, status baru sebagai institut memberikan peluang lebih besar bagi kampus untuk memperluas pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
IAI Natuna juga akan diarahkan membangun kemitraan internasional. Penguatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi salah satu prioritas yang disiapkan untuk menghadapi kebutuhan pendidikan tinggi ke depan.
Wakil Bupati Natuna Jarmin menilai perubahan status tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ia berharap IAI Natuna tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik.
Kampus tersebut juga diharapkan membentuk generasi yang memiliki iman, akhlak, integritas, kompetensi dan kepedulian terhadap Natuna.
“Perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam menjadi Institut Agama Islam Natuna ini merupakan sebuah tonggak sejarah dan langkah besar dalam perjalanan pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna,” kata Jarmin.
Jarmin juga mendorong IAI Natuna mengambil peran lebih besar dalam pengembangan potensi daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk melahirkan inovasi, mengembangkan peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam fase baru tersebut.
Ketua Yayasan Abdi Umat Natuna Dra. Ngesti Yuni Suprapti, M.A., mengatakan perubahan status STAI menjadi IAI merupakan hasil dari proses panjang serta penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku.
Ia berharap dukungan terhadap kampus terus diperkuat agar IAI Natuna dapat berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Peresmian IAI Natuna berlangsung di Aula Kampus STAI Natuna, Kompleks Masjid Agung Baitul Izza, Kecamatan Bunguran Timur, Sabtu (12/9/2026) malam.
Dalam agenda tersebut, Yayasan Abdi Umat Natuna sekaligus mengukuhkan Dr. H. Umar, S.Ag., M.Pd.I., sebagai Rektor IAI Natuna.
Prosesi ditandai dengan penandatanganan berita acara peresmian dan pengukuhan.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Mustamin Bakri dan Daeng Amhar.
Kemudian Anggota DPRD Kabupaten Natuna Marzuki, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dosen, alumni dan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan juga diisi penyerahan sertifikat halal, penampilan Tari Gaharu Kreasi, pembagian hadiah perlombaan Milad STAI Natuna ke-24 serta penghargaan kepada para donatur.
Transformasi tersebut sekaligus menjadi penutup Milad STAI Natuna ke-24.
Setelah lebih dari dua dekade berjalan sebagai sekolah tinggi, IAI Natuna kini memasuki babak baru dengan tantangan untuk membuktikan kapasitasnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang lebih luas dan kompetitif.

