POHON MARWAH – Bentuk penghargaan Anugerah Warta Marwah 2026 dari PWI Probvinsi Kepri yang dibuat dari kayu dan dipadukan dengan akrilik. Penghargaan ini melambangkan kebenaran, keteguhan, integritas, serta keberagaman karya jurnalistik
BATAM, KEPRI24JAM.COM – PWI Provinsi Kepulauan Riau akan memberikan Anugerah Warta Marwah 2026. Penghargaan itu diberikan kepada lima tokoh Kepri.
Pemberian penghargaan berlangsung saat pelantikan pengurus PWI Kepri. Acara penganugeraan akan digelar di Hotel Harmoni One Batam, Kamis 17 September 2026.
Ketua PWI Kepri H. Saibansah Dardani mengatakan, lima tokoh tersebut akan menerima penghargaan yang berbeda.
“Melalui penilaian mendalam, anugerah diberikan kepada lima tokoh Kepri,” kata Saibansah, Sabtu (12/9/2026).
Ia menyampaikan hal ini dan didampingi Penanggung Jawab Anugerah Warta Marwah, H. Ramon Damora.
Lima tokoh penerima penghargaan tersebut, pertama, Amsakar Achmad. Kepala BP Batam yang sekaligus Wali Kota Batam ini menerima kategori Kepemimpinan Inovatif.
Penghargaan diberikan atas perannya dalam mendorong pembangunan Batam. Amsakar juga dinilai memperkuat investasi dan daya saing daerah.
Perhatiannya terhadap pembangunan manusia turut menjadi pertimbangan. Begitu pula dengan upayanya menjaga identitas budaya Melayu.
Kedua, Li Claudia Chandra. Wakil Kepala BP Batam yang sekaligus Wakil Wali Kota Batam itu menerima kategori Harmoni Negeri.
Ia dinilai membangun kepemimpinan yang inklusif. Li Claudia juga dinilai mampu menjembatani pemerintah dan masyarakat. Perannya dalam menjaga harmoni Batam menjadi pertimbangan penghargaan.
Ketiga, Inspektur Jenderal Polisi Asep Safrudin. Kapolda Kepri menerima kategori Benteng Negeri. Penghargaan diberikan atas kepemimpinannya menjaga keamanan Kepri.
Keamanan yang terjaga dinilai menciptakan suasana kondusif. Kondisi itu penting bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pendekatan humanis juga menjadi pertimbangan. Termasuk pengenalan nilai-nilai Gurindam Dua Belas kepada masyarakat.
Keempat, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin. Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Kepri Kota Batam itu menerima kategori Kedaulatan Adat.
Penghargaan diberikan atas dedikasinya terhadap adat Melayu. Ia juga dinilai memperkuat identitas Melayu di Batam. Upaya menghidupkan kembali sejarah Melayu turut menjadi pertimbangan.
Kelima, Iman Sutiawan. Ketua DPRD Provinsi Kepri itu menerima kategori Kemaritiman Madani. Ia dinilai memiliki kepedulian terhadap masyarakat pesisir.
Perhatiannya juga mencakup masyarakat hinterland. Nelayan dan masyarakat pulau menjadi bagian dari perjuangannya. Hal tersebut dinilai sesuai dengan karakter Kepri sebagai provinsi maritim.
Ramon Damora mengatakan, Anugerah Warta Marwah memiliki bentuk khusus. Penghargaan itu tidak menggunakan trofi seperti biasanya.
Bentuknya berupa pohon dari kayu. Pohon tersebut disebut “Pohon Marwah”. Bagian tertentu kemudian dipadukan dengan akrilik.
Desain dan pembuatannya melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Mereka berasal dari laboratorium technopreneur.
“Kita sengaja melibatkan generasi muda yang punya kreativitas tinggi,” ujar Ramon.
Menurut Ramon, bentuk pohon memiliki makna khusus. Akar melambangkan kebenaran sebagai pijakan pers. Batang melambangkan keteguhan dan integritas.
Cabang dan ranting melambangkan keberagaman suara. Keduanya juga menggambarkan keberagaman karya jurnalistik.
Ramon berharap penghargaan tersebut menjadi tradisi tahunan PWI Kepri. Kategori penghargaan juga dapat berubah dan bertambah.
Penerimanya dapat berasal dari berbagai kalangan. Syaratnya, mereka memiliki kontribusi bagi marwah negeri.
“Seperti pohon yang terus bertumbuh,” kata Ramon.
Rangkaian kegiatan PWI Kepri tidak berhenti pada pelantikan. Pada 18-19 September 2026, PWI Kepri menggelar beberapa agenda.
Agenda tersebut meliputi peresmian kantor PWI Kepri. Kemudian dilanjutkan Orientasi Keorganisasian dan Keanggotaan (OKK).
PWI Kepri juga menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ramon menegaskan, Anugerah Warta Marwah memiliki pesan penting.
“Berakar pada kebenaran dan tumbuh menaungi negeri,” ujarnya.

