Suasana gelap menyelimuti sejumlah wilayah di Batam saat gangguan pasokan listrik terjadi, Senin (12/10/2026)
BATAM, KEPRI24JAM.COM – Pemadaman listrik meluas di Batam pada Senin (12/10/2026). Ini membuka persoalan serius tentang keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan pelayanan publik.
Gangguan yang berlangsung sejak pagi itu tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga.
Operasional bandara terganggu, produksi air bersih terancam, industri membatasi kegiatan, dan warga kesulitan mengakses fasilitas dasar.
Hingga pukul 17.30 WIB, sebagian besar warga Batam dilaporkan belum menikmati pasokan listrik secara normal.
Namun, penyebab utama gangguan belum dijelaskan secara terperinci kepada masyarakat.
Situasi ini menuntut jawaban yang lebih konkret dari PLN Batam. Masyarakat membutuhkan kepastian karena listrik menopang hampir seluruh aktivitas perkotaan.
Ketika pasokan terganggu, dampaknya merambat ke transportasi, komunikasi, air bersih, industri, perdagangan, dan pelayanan publik.
Pemulihan jaringan memang menjadi prioritas. Namun, PLN Batam juga harus menjelaskan hasil pemeriksaan teknis dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Dampak pemadaman memperlihatkan betapa pentingnya keandalan listrik bagi fasilitas strategis.
Di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, penumpang Citilink QG925 dari Medan harus menunggu tangga manual setelah pesawat mendarat pada pukul 11.10 WIB.
Awak kabin mengumumkan bahwa gangguan listrik membuat layanan garbarata tidak dapat digunakan. Penumpang diminta tetap duduk sambil menunggu tangga manual tersedia.
Ketua Dewan Penasihat PWI Provinsi Kepulauan Riau, Marganas Nainggolan, berada dalam penerbangan tersebut. Ia mengatakan penumpang harus menunggu sekitar 15 menit.
“Lama juga kami menunggu tangga manual itu, sekitar lima belas menit,” ujar Marganas, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa listrik bandara tidak sepenuhnya padam. Namun, ia juga menyoroti kondisi pendingin ruangan.
“Listrik di Bandara Hang Nadim tidak mati, tapi AC-nya panas,” sebutnya lagi.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas pendukung bandara saat terjadi gangguan kelistrikan.
Pengelola fasilitas strategis perlu memastikan sistem cadangan berfungsi sesuai kebutuhan dan prosedur keselamatan tetap berjalan.
Dampak lain muncul pada penyediaan air bersih. BP Batam menyebut sejumlah instalasi pengolahan air terdampak gangguan listrik.
Penggunaan genset hanya mampu menopang sekitar 30 persen produktivitas air.
Sementara itu, sebuah perusahaan di kawasan industri Batam Center dilaporkan hanya mampu menjalankan sebagian kegiatan produksinya.
Seorang pekerja menyebut perusahaan membeli sembilan ton solar untuk mengoperasikan genset, namun daya cadangan tidak cukup untuk menjalankan seluruh mesin.
“Bos hanya mengoperasikan 22 mesin saja, sisanya tidak operasi, karena genset tidak mampu,” ujar karyawan itu.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa gangguan listrik bukan perkara yang hanya dirasakan pelanggan rumah tangga.
Ketika pasokan terganggu secara luas, fasilitas publik dan kegiatan ekonomi ikut menghadapi risiko. Karena itu, evaluasi harus mencakup dampak lintas sektor.
Pemerintah dan penyedia layanan perlu memastikan sistem cadangan benar-benar mampu menjaga pelayanan penting ketika jaringan utama bermasalah.
PLN Batam menyebut gangguan sistem kelistrikan sebagai penyebab pemadaman meluas.
Namun, keterangan tersebut belum menguraikan sumber gangguan dan faktor yang memengaruhi proses pemulihan.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, sebelumnya menyampaikan bahwa petugas telah berupaya menormalkan jaringan secara bertahap.
Hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah jaringan distribusi disebut kembali beroperasi.
PLN Batam juga mengerahkan petugas untuk memeriksa kesiapan genset pelanggan. Langkah tersebut menyasar fasilitas pelayanan publik dan objek vital.
“Prioritas utama kami saat ini adalah percepatan penormalan sistem kelistrikan,” ujar Rudi.
Ia menegaskan petugas teknis fokus penuh di lapangan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dan aman.
Selain itu, petugasnya juga bergerak cepat mendampingi dan mengecek kesiapan genset pelanggan agar pelayanan publik tetap berjalan
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mempercepat pemulihan.
Koordinasi tersebut juga bertujuan menjaga keberlangsungan layanan rumah sakit, bandara, dan fasilitas publik lainnya.
“Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem,” ujar Ariastuty, Senin (12/10/2026).
Menurut Ariastuty, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produksi dan tekanan distribusi air.
BP Batam bersama mitra mengoptimalkan penggunaan genset. Namun, kapasitas cadangan itu hanya mampu menopang sekitar 30 persen produktivitas air.
Instalasi yang terdampak meliputi Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa, dan DK 1–5.
Ariastuty mengimbau masyarakat menyiapkan cadangan air secukupnya dan menggunakan air sesuai kebutuhan.
BP Batam juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah perlu memastikan kapasitas cadangan memadai untuk menghadapi keadaan darurat. Khususnya bagi kebutuhan masyarakat dan fasilitas kesehatan.
Di tengah pemadaman, sejumlah warga mendatangi pusat perbelanjaan untuk mencari tempat sejuk dan mengisi daya perangkat elektronik.
Mega Mall Batam Center menjadi salah satu lokasi yang didatangi masyarakat.
Warga berkumpul di dekat stopkontak untuk mengisi daya telepon genggam dan laptop.
Sebagian menggunakan kabel ekstensi agar beberapa perangkat dapat terhubung ke sumber listrik yang sama.
Situasi tersebut menggambarkan perubahan aktivitas warga saat pasokan listrik terganggu.
Rumah menjadi panas, perangkat komunikasi membutuhkan pengisian daya, dan pekerjaan tertentu sulit dilanjutkan.
Seorang pengusaha di Mega Mall Batam mengaku kesulitan mendapatkan jaringan internet di sejumlah lokasi.
“Di Mega Mall ini sepertinya sinyal bagus, karena dekat dengan Pelabuhan Batam Center dan Kantor BP Batam yang punya satelit sendiri,” ujarnya.
Bagi pelaku usaha, keterlambatan komunikasi dapat menghambat koordinasi dan transaksi. Bagi masyarakat, gangguan listrik dan komunikasi dapat menyulitkan akses informasi penting.

