Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat memberikan sambutan dalam pembukaan pelatihan trauma healing dan pendampingan korban TPPO
KARIMUN, KEPRI24JAM.COM – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, meminta para pendamping korban kekerasan dan perdagangan orang mengutamakan empati dalam memberikan perlindungan.
Korban membutuhkan penanganan yang tepat, pendampingan yang sabar, serta dukungan untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.
Ia menegaskan pesan itu saat membuka pelatihan trauma healing dan pendampingan korban TPPO yang digelar DPPKBP3A Karimun.
“Para pendamping harus mengedepankan prinsip watawa saubil marhamah, saling berpesan untuk berkasih sayang,” kata Iskandarsyah, Selasa (13/10/2026).
Selain itu, lanjut dia, pendamping harus menghadirkan pelayanan yang sabar, responsif, dan penuh empati.
Sebab warga terdampak sedang membutuhkan perlindungan dan pemulihan mental.
Ia menegaskan, penanganan korban tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan setelah kekerasan terjadi.
Pemerintah dan masyarakat harus memperkuat pencegahan sejak dini, terutama melalui lingkungan keluarga.
“Penanganan isu-isu sosial seperti TPPO dan KDRT membutuhkan langkah konkret serta pemahaman masalah secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujarnya lagi.
Pencegahan sejak dini, lanjut dia, melalui penguatan nilai agama, karakter, dan kasih sayang dalam keluarga merupakan fondasi utamanya.
Mengapa? Persoalan perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) membutuhkan penanganan yang menyeluruh.
Upaya tersebut harus melibatkan keluarga, tenaga pendamping, dan pemerintah.
Ia berharap pelatihan ini meningkatkan kemampuan peserta dalam menangani kasus, mendampingi korban, dan membantu proses pemulihan trauma.
Para peserta juga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan korban.
Iskandarsyah turut mengaitkan perlindungan perempuan dan anak dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Karimun harus didukung oleh pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli masyarakat.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memperkuat kualitas pelayanan perlindungan perempuan dan anak.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengetukan palu oleh Iskandarsyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pembacaan pantun Melayu.

