Dr. Rica Irma D. menyampaikan materi motivasi kepada ratusan peserta dalam Seminar Motivasi Islami di Rutan Karimun, Rabu (28/10/2026)
KARIMUN, KEPRI24JAM.COM – Setiap orang berhak memiliki harapan untuk hidup lebih baik. Masa lalu mungkin menyisakan penyesalan, tetapi masa depan masih bisa diperjuangkan.
Pesan itu menjadi inti seminar motivasi Islami yang digelar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Karimun, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini mengajak warga binaan untuk memperkuat hati dan menata kembali harapan mereka.
Seminar tersebut mengangkat tema “Jangan Biarkan Masa Lalu Merampas Masa Depan”. Dr. Rica Irma D. hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
Rica mengajak warga binaan untuk berdamai dengan masa lalu. Ia mengingatkan bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kesalahan masa lalu tidak bisa dihapus. Setiap orang memiliki kesempatan menentukan pilihan yang lebih baik hari ini,” ujar Rica saat menyampaikan materi.
Ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari kesadaran diri. Warga binaan perlu mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Menurut Rica, penyesalan tidak cukup jika hanya berhenti pada kata-kata. Setiap orang perlu membuktikan niat berubah melalui sikap dan tindakan sehari-hari.
Ia juga mengajak warga binaan untuk memperkuat iman saat menghadapi masa sulit. Kedekatan dengan Tuhan dapat menjadi sumber ketenangan ketika hati mulai goyah.
Dukungan keluarga juga memiliki arti penting dalam perjalanan memperbaiki diri. Doa dan kasih sayang orang terdekat dapat menguatkan semangat untuk terus melangkah.

Dr. Rica Irma D. (empat dari kiri) berfoto bersama sejumlah petugas Rutan Karimun usai memberikan materi motivasi dalam Seminar Motivasi Islami di Rutan Karimun, Rabu (28/10/2026)
Rica mendorong warga binaan agar tidak menyia-nyiakan waktu selama menjalani masa pembinaan. Mereka dapat mengikuti kegiatan kerohanian, membaca buku, dan mempelajari keterampilan baru.
Kebiasaan sederhana juga dapat menjadi awal perubahan. Warga binaan bisa memulai dengan menjaga kedisiplinan, mengendalikan emosi, dan memperlakukan orang lain dengan baik.
Ia turut mengingatkan peserta tentang tantangan saat kembali ke tengah masyarakat. Salah satu tantangan tersebut ialah pandangan negatif terhadap orang yang pernah menjalani masa hukuman.
Namun, warga binaan tetap bisa membangun kembali kepercayaan melalui perilaku yang baik. Kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Perubahan membutuhkan waktu dan komitmen untuk terus menjalaninya,” ujar Rica.
Ia juga mengajak warga binaan untuk mulai merencanakan kehidupan setelah bebas. Mereka perlu mempersiapkan pekerjaan yang halal dan membangun hubungan keluarga yang lebih baik.
Selain itu, warga binaan perlu memilih lingkungan pergaulan yang mendukung perubahan positif. Langkah ini dapat membantu mereka menghindari kebiasaan lama yang berisiko merugikan diri sendiri.
Rica menegaskan bahwa masa lalu tidak menentukan seluruh perjalanan hidup seseorang. Setiap orang masih bisa memperbaiki diri melalui tekad, kesabaran, dan tindakan nyata.
“Jangan biarkan masa lalu merampas masa depan. Bangkitlah dengan tekad, kuatkan hati, dan mulailah perubahan,” pesannya.
Melalui seminar ini, warga binaan diajak untuk tidak kehilangan harapan. Mereka juga didorong untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan belajar dan memperbaiki diri.
Perubahan tidak harus dimulai dengan langkah besar. Setiap kebiasaan baik yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

