Sampul buku “Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an” karya Ketua PWI Kepri, H. Saibansah Dardani, S.Ag., yang mengulas prinsip jurnalistik berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an
TANJUNGPINANG, KEPRI24JAM.COM – Dunia jurnalistik membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis berita.
Wartawan juga harus menjunjung kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi perhatian Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, Saibansah Dardani, dalam buku terbarunya.
Saibansah segera menerbitkan buku berjudul “Ilmu Jurnalistik dalam Al-Qur’an”.
Saat ini, naskah tersebut memasuki tahap akhir penerbitan di Yogyakarta.
“Lagi proses akhir di penerbit di Yogyakarta. Semoga dimudahkan Gusti Allah SWT,” ujar H. Saibansah Dardani, Jumat (30/10/2026).
Melalui buku ini, Saibansah ingin memperkenalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam praktik jurnalistik.
Ia mengangkat kejujuran dan tanggung jawab sebagai landasan utama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Buku tersebut juga membahas persoalan yang sering muncul dalam dunia pers.
Beberapa di antaranya meliputi penyebaran hoaks, fitnah, manipulasi fakta, dan pemberitaan yang tidak berimbang.
Saibansah menghubungkan prinsip jurnalistik dengan sejumlah kisah dalam Al-Qur’an.
Ia mengangkat kisah burung hud-hud, Nabi Sulaiman, Ratu Balqis, dan Nabi Yusuf.
Kisah tersebut menjadi bahan pembahasan mengenai prinsip tabayun atau pemeriksaan kebenaran informasi.
Prinsip ini mengajarkan pentingnya memeriksa fakta dan memastikan kredibilitas sumber sebelum menyampaikan berita.
Buku ini juga mengulas fungsi pers, teknik penulisan berita, verifikasi fakta, dan etika pemberitaan.
Saibansah turut membahas karakter jurnalis Muslim dan pemikiran sejumlah tokoh pers.
Saibansah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik. Saat ini, ia menjabat Ketua PWI Kepri dan tercatat sebagai Ahli Pers Dewan Pers.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam menyusun buku yang mempertemukan nilai keislaman dengan praktik pers modern.
Penerbit Deepublish atau CV. Budi Utama di Yogyakarta menerbitkan buku tersebut. Dr. Aqua Dwipayana memberikan pengantar dalam buku itu.
Karya ini menyasar mahasiswa, pendidik, wartawan, pegiat media, dan masyarakat umum.
Saibansah berharap bukunya dapat menjadi bahan pembelajaran tentang tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Praktik jurnalistik diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan pemberitaan, tetapi juga menjunjung tinggi kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” ujarnya.
Melalui buku tersebut, Saibansah ingin mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar.
Setiap informasi harus disampaikan secara jujur, akurat, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat.

