BATAM, KEPRI24JAM.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri), H. Saibansah Dardani, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih travel haji dan umrah.
Menurut Saibansah, kasus jemaah menjadi korban travel umrah nakal masih terjadi. Sejumlah jemaah bahkan terlantar di luar negeri dan harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli tiket pulang ke Indonesia.
Peringatan itu disampaikan Saibansah saat menjadi narasumber podcast “Noah Menyapa” yang dipandu Usvim Varadila, Selasa (8/9/2026).
“Kasus jemaah umrah yang menjadi korban penipuan travel umrah nakal terus terjadi sampai hari ini,” ujar Cak Iban dalam podcast.
Ia menceritakan pengalamannya saat menjalankan tugas selama 77 hari sebagai petugas haji 2026. Ia mengaku pernah bertemu rombongan jemaah umrah asal Jawa Barat yang terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia bertemu rombongan tersebut di sebuah restoran India, muslim. Para jemaah mengaku telah dikeluarkan dari hotel dan tidak lagi mendapatkan pendampingan dari pihak travel.
“Mereka terkatung-katung di Kuala Lumpur dan dikeluarkan dari hotel tempat mereka menginap. Tidak ada pendamping dari travel umrah mereka,” beber petugas PPIH Kementerian Haji dan Umrah RI angkatan pertama 2026.
Menurutnya, kondisi serupa juga dialami 14 jemaah lainnya yang masih tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Mereka tidak dapat kembali ke Indonesia karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket.
Kondisi tersebut membuat sebagian jemaah mengalami tekanan berat. Bahkan, salah seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia.
“Ini kakek saya baru saja dimakamkan,” ujar seorang korban travel sambil menunjukkan video pemakaman kakeknya di Arab Saudi.
Kasus travel umrah nakal tersebut juga dibahas dalam podcast “Noah Menyapa” yang telah tayang di Facebook Noah Travel Indonesia.
Banyak Diterlantarkan Travel
Maraknya kasus travel bermasalah juga menjadi perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, H. Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pemerintah menerima banyak laporan mengenai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang bermasalah.
“Pengaduan terkait travel yang bandel, nakal, dan melakukan penipuan masih cukup tinggi. Kami di kantor pusat berulang kali menerima banyak jemaah yang telantar, baik dalam pelaksanaan umrah maupun haji,” ujar Dahnil dalam keterangan resmi Kemenhaj RI, Selasa (8/9/2026).
Dahnil mengingatkan seluruh biro perjalanan haji dan umrah agar menjalankan pelayanan sesuai ketentuan.
“Kami mengingatkan PPIU dan PIHK agar menjalankan penyelenggaraan perjalanan ibadah sesuai ketentuan dan memastikan hak, keamanan, serta pelayanan jemaah menjadi prioritas,” katanya.
Dahnil juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memperkuat fungsi pembinaan dan pendampingan jemaah.
Menurut dia, KBIHU memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan pendampingan kepada jemaah haji.
“KBIHU harus melakukan bimbingan terhadap jemaah haji, bukan kemudian mengomodifikasi Jemaah,” tegasnya.
Dahnil berharap pemerintah, KBIHU, PPIU, dan PIHK memperkuat sinergi untuk mencegah penipuan terhadap jemaah.
“Kita berharap praktik-praktik penipuan maupun pelanggaran terhadap jemaah semakin berkurang. KBIHU, PPIU, dan PIHK harus bersama-sama memastikan jemaah mendapatkan pelayanan, pembinaan, dan pelindungan yang baik,” kata dia. (san)

