KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). Sejumlah penumpang terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sebelum mendapat pertolonganKM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). Sejumlah penumpang terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sebelum mendapat pertolongan

BANJARMASIN, KEPRI24JAM.COM – Dua penumpang KM Virgo Transport 8, Rinto Arahab (33) dan Marsianus, mengungkap situasi saat kapal yang mereka tumpangi dari Surabaya menuju Banjarmasin terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Kapal Virgo sebelumnya dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin pertama kali menerima laporan pada pukul 04.10 Wita.

Saat kejadian berlangsung, Rinto dan Marsianus mengaku tidak mendapat peringatan maupun arahan dari pihak kapal ketika kondisi mulai memburuk hingga akhirnya terbalik.

Rinto yang merupakan warga Sumatra Selatan mengatakan, kapal mulai terasa oleng sekitar pukul 02.00 Wita.

Saat itu, ia dalam kondisi setengah tertidur. Begitu merasakan kapal bergoyang, Rinto langsung mengambil jaket dan menuju bagian atas kapal.

Ia kemudian bertahan bersama sekitar sebelas orang lainnya sembari menunggu pertolongan.

Rinto mengatakan, kepanikan terjadi karena sebagian penumpang masih tertidur ketika kapal mulai oleng.

“Ada yang teriak. Kebanyakan masih ada yang tidur,” ujar Rinto di posko penanganan korban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, seperti dikutip dari Kompas, Minggu (13/9/2026).

Menurut Rinto, tidak ada pemberitahuan dari pihak kapal sebelum kapal mengalami kondisi tersebut.

“Enggak ada, Pak,” tandasnya. Rinto juga mengaku sempat berusaha mendapatkan pelampung.

Ia meminta orang di sekitarnya mengambil alat keselamatan tersebut, tetapi menyebut jumlah pelampung yang tersedia tidak mencukupi.

Penumpang akhirnya mencari benda apa pun yang bisa digunakan untuk bertahan di tengah kondisi darurat.

Rinto sendiri berada di kapal tersebut untuk menuju Kalimantan setelah mendapat panggilan kerja.

Sebelum berangkat, ia telah menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan sawit dan datang untuk menjalani interview.

“Saya ke sini panggilan kerja, Pak. Interview lagi,” beber Rinto.

Pengalaman serupa disampaikan Marsianus, penumpang asal Flores yang tinggal di Surabaya.

Marsianus berada di Kapal Virgo untuk membawa barang ekspedisi J&T Cargo.

Ketika kapal mengalami kecelakaan sekitar pukul 02.00 Wita, ia sedang tidur di ruang tempat barang ekspedisi.

Marsianus terbangun setelah menyadari kapal sudah dalam kondisi terbalik.

Tanpa sempat menggunakan alat pengaman, Marsianus langsung berusaha keluar dan melompat ke laut.

“Spontan. Panik langsung lari keluar spontan,” ungkap Marsianus.

Setelah berada di laut, ia bertahan menggunakan pelampung karet sambil menunggu bantuan datang.

Marsianus juga menuturkan, tidak ada arahan yang diberikan pihak kapal saat situasi darurat terjadi.

Menurut dia, masing-masing penumpang berusaha menyelamatkan diri ketika kapal mulai terbalik.

Dalam situasi tersebut, para penumpang berupaya mencari cara untuk bertahan.

Setelah berhasil dievakuasi, Marsianus masih memikirkan kakaknya, Wilfredus (30), yang ikut dalam perjalanan Kapal Virgo.

Hingga Minggu malam, Wilfredus belum ditemukan. “Belum dapat lihat,” jelas Marsianus.

Nama Wilfredus tercantum dalam catatan yang dibawa Marsianus bersama informasi korban Kapal Virgo Marsianus menjadi salah satu penumpang yang berhasil dievakuasi, sedangkan Wilfredus masih dalam pencarian.

By Kepri24Jam.Com

Kepri24Jam.Com adalah media online yang menyajikan berita terkini seputar Kepulauan Riau, meliputi Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, Anambas, dan Tanjungpinang. Menyajikan informasi aktual, faktual, dan berimbang bagi masyarakat