Atlet dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepri akan berlaga pada Porprov VI Kepri 2026 di Tanjungpinang pada 1–8 November mendatang
TANJUNGPINANG, KEPRI24JAM.COM – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 mulai membawa dampak bagi perekonomian Tanjungpinang.
Sejumlah hotel bintang tiga dilaporkan penuh menjelang pembukaan ajang olahraga tersebut pada 1 November 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, sejumlah kontingen telah memesan kamar untuk atlet, pelatih, dan ofisial.
Pemesanan itu meningkatkan kebutuhan akomodasi di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.
“Beberapa hotel bintang tiga, seperti Hotel Nite and Day dan Hotel Alltrue, sudah dipesan kontingen dari luar daerah. Kami juga masih menunggu konfirmasi pemesanan dari sejumlah hotel bintang empat,” kata Teguh.
Ia menyebutkan, sejumlah pemandu wisata juga mulai kesulitan mencari kamar bagi tamu mereka.
Kondisi itu menunjukkan meningkatnya kebutuhan penginapan menjelang Porprov.
Panitia mencatat sebanyak 2.675 orang akan terlibat dalam kontingen dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri.
Jumlah tersebut mencakup atlet, pelatih, dan ofisial. Kontingen Batam menjadi rombongan terbesar dengan 604 orang.
Tanjungpinang menyusul dengan 544 orang, kemudian Karimun 471 orang, Bintan 328 orang, Natuna 308 orang, Lingga 231 orang, dan Kepulauan Anambas 189 orang.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, Porprov bukan sekadar ajang pertandingan olahraga.
Kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
“Porprov dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM, pengusaha hotel, dan sektor usaha lainnya bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan kegiatan ini,” kata Lis, Rabu (28/10/2026).
Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menjadi tuan rumah Porprov VI Kepri pada 1–8 November 2026.
Ajang tersebut akan mempertandingkan 30 cabang olahraga prestasi dengan peserta dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri.
Lis menilai, penyelenggaraan Porprov juga dapat mendorong sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur olahraga.
Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
Ia juga menyoroti perkembangan ekonomi Tanjungpinang. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah kota, pertumbuhan ekonomi daerah itu mencapai 2,53 persen pada Februari 2025.
Angka tersebut meningkat menjadi 6,95 persen pada triwulan II 2026.
Capaian itu menempatkan Tanjungpinang pada posisi ketiga dalam pertumbuhan ekonomi di Kepri, setelah Batam dan Kabupaten Bintan.
“Porprov menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Dampaknya diharapkan dirasakan pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan berbagai usaha lainnya,” ujar Lis.
Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menyukseskan Porprov VI Kepri 2026.
Dukungan masyarakat diharapkan dapat menjaga kelancaran kegiatan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi warga.

